BATIK BIRU BULU INOVASI
MODERN
Gambar 1. Salah satu hasil produksi batik di Batik Biru Bulu
Batik biru
bulu merupakan suatu buah hasil kerajinan tangan oleh keluarga Bp. Suyitno
beserta ibu Riaynti. Usaha ini berdiri sejak enam tahun lalu. Pada awalnya
Bp.Suyitno yang merupakan salah satu dosen salah satu fakultas di UNS mencoba
berinovasi mengenai apakah bahan-bahan yang berasal dari lingkungan seperti
daun indigo, kayu secang kayu
tegeran,tingi bisa untuk mewarnai suatu batik.
Nama batik
biru bulu itu pertamanya batik ini merupakan suatu riset oleh Prof.Suyitno yang
merupakan istri dari ibu Riyanti yang mana ia menjadi pelaku usaha batik ini.
Ikon dari batik ini adalah warna biri yang berasal dari daun indigo, kemudian
untuk bulu ini merupakan nama yang diambil dari nama tempat dimana ia tinggal
yaitu kecamatan Bulu. Kabupaten Sukoharjo
Menggunakan
pewarna alam seperti daun indigo, kayu tegeran, secang, jambal dan juga tingi.
Ini dipilih karena yang alami itu sudah pasti aman dan tidak membuat lingkungan
sekitar tercemar
Untuk
memperoleh pewarna di sini mudah karena menanam sendiri. Untuk daun indigo
menanam sendiri di lahan yang dimiliki, untuk bahan kayu baru mengembangkan
maka masih membeli di toko, sedang secang ini mencari di lingkungan sekitar. Target
produksi dalam satu bulan adalah 1000 pcs namun produksi didalamnya hanya dapat mencapai 800
pcs per bulan
Batik disini termasuk ke dalam
jenis batik cap dan batik tulis. Untuk motif ini terbilang sangat banyak,
karena disini selalu bereksperimen. untuk memenuhi pasaran, yang sedang trend
itu seperti apa maka bisa dipilih dijadikan motif.
Saat ini pemasaran
dari hasil produksi batik ini sudah mencapai
pasar luar negeri . Ini diterima dengan baik dipasaran karena produk yang alami
serta dapat bersaing dengan produk-produk serupa. Lama Pembuatan batik tergantung pada batik apa yang akan
dikerjakan, batik cap untuk 5 potong dapat
dicapai dalam sehari, untuk batik tulis dalam 1potong membutuhkan waktu satu
minggu. Jika menginginkan warna yang dobel membutuhkan waktu 3 hari.
Yang membuat batik ini beda adalah dari segi
kualitas dan warna. Batik alam lain cenderung memiliki warna yang kurang
sempurna namun disini sudah mendekati sempurna. Dari segi kelunturan disini
sudah kuat, juga karena konsumen sering beramsumsi bahwa batik yang berpewarna
alam ini mudah luntur, sehingga di rumah produksi disini diciptakan suatu
produk yang tidak mudah luntur.
Rahmad Tsani Indarto , 1650700004, 5A (sinarpublications.blogspot.com)