Minggu, 13 Januari 2019



CALON KADES KATEGUAN BERBICARA, SEDERET VISI MISI INI DI LUNCURKAN
13 Januari 2019
    (dari kanan ke kekiri ) Bapak Sagiman,ST.,saat memberikan penjelasan terhadap Harry Kurnia B.(wartawan kami) dan Wahyu    Bagas S. (wartawan kami) pada Senin, 26 November 2018.


Pilkades serentak yang terjadi di kabupaten Sukoharjo membuat orang -orang berambisi untuk mencaloknan sebagai kepala desa. Hal ini dikarenakan mereka ingin berlomba-lomba dalam kontestasi pilkades serentak yang dilaksanakan pada  tanggal 11 Desember 2018 denganharapan kelak apabila mereka terpilih maka akan membangun daerhnya masingmasing dengan sederet visi dan misi yang telah di bentuk.

Tak menutup kemungkinan, di desa Kateguan kecamatan Tawangsari pun demikian. Bahkan disini terdapat tiga calon yang akan bersaing di pilkades serentak pada tanggal 11 Desember 2018. Mereka adalah, Sagiman, ST., incumbent Giyanto, SE., Slamet Rumadi,SH.

Bapak Sagiman ,ST merupaka calon kepala desa Kateguan yang dimana ia tinggal di dukuh Jatimalang,desa Kateguhan, kecamatan Tawangsari,Kabupaten Sukoharjo, selama ini ia berprofesi sebagai anak dari PLN  namun ia kaliini mencoba keberuntungannya dalam kontestasi pilkades serentak, bapak Sagiman, ST perdana mengikuti kontestasi ini dan menjadi penantang dari calon incumbent yaitu bapak Giyanto,SE.

Melalui sosialisasi yang telah dilaksanakannya ia telah mensosialisasikan visi dan misinya. “Kita ingin memajukan desa kateguhan,membangun desa yang bersih, transparan dan profesional. Karena apa, kita yang sekarang itu butuh pemimpin yang bersih jujur transparan terbuka dan pemimpin sekarang itu hadir harus siap melayani baik itu di kantor maupun dimana ia berada. Jadi kita harus disiplin waktu, karena yang namanya kepala desa itukan pamoong.. lha itu harus siap 24 jam siap melayani masyarakat, berbeda dengan pns yang dibatasi oleh jam kerja. Jadi kita hadir di masyarakat siap melayani 24 jam karena apa itu sebagai pamong di masyarakat.

Jadi bukan terbalik, kalau dulu masyarakat menemui kepala desa itu sulit tapi sekarang harus dibalik kalau mau menjadi kepaladesa itu harus siap mengabdi dan melayani masyarakat 24 jam, sekarang harus begitu, kalau tidak masyarakat tidak mau karena kebutuhan masyarakat kan macam macam dan beda deda sehingga waktunya pun berbeda beda sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Pembangunan itu semestinya melayani secara baik karena apa kita itu mlayani pembangunan itu harus terbuka, transparan, jujur,provisional, karena manajemen kepala desa itu harus baik kalua tidak ia tiak dapat mengelola desanya. Jadi kami hadir di kateguhan ingin membangun desa kateguhan, membangun bersama dengan masyarakat kateguhan secara terbuka, transparan, jujur,professional tentunya apabila kita melakukan seperti itu kita harus bersih. Karena apabila tidak itu akan ditolak oleh masyarakat”, tuturnya.

Sektor pembangunan tak luput dari perhatiannya, “kita merealisasikan mengacu pada peraturan pemerintah, kita tidak boleh bermain sendiri. Kepala desa itu diatur dengan PERGUB dan Perda. Kepala desa terpilih melaksanakan pembangunan dan merealisasikannya harus sesuai dengan aturan yang ada.  kita akan melihat terlebih dahulu kondisi yang ada dan kita juga melihat mana yang lebih penting maka kita akan dahulukan. Kedepannya akan anda badan pembangunan desa nah disini menerima usulan dari masing- masing rt dan rw yang ada didesa  untuk selanjutnya badan ini menerjunkan tim survei  dan dari hasil survei ini terbentuklah mana-mana yang hatus diptioritaskanyg kemudian diputuskan olh kepala desa. Kita melaksanakan itu secara skala prioritas karena apa anggaran dan dana desa itu sekali jalan kan ngga mungkin mencukupi”, ujarnya sekali lagi.

Tak hanya itu, dalam hal memajukan generasi muda calon kepala desa ini membuat rencana yang bagus pula. Disini akan diadakan pelatihan yang akan sangat membantu bagi generasi muda sesuai dengan keinginannya. Apabila mereka ingin berwira usaha maka akan ada pelatihan wirausaha, apabila mereka ingin mendapatkan Pendidikan yang lebih maka akan dikursuskan. Beliau berkata” jadi kita kumpulkan ketua pemuda per rt kita jarring pemuda yang nganggur per desa itu berapa nanti kita adakan pelatihan untuk meningkatkan sdm dan skill kewira usahaaan. Kalua ad yang mau mendapatkan Pendidikan nanti kita kursuskan..”,guna mewadahi kebutuhan para pemuda yang ada di desa Kateguhan itu sendiri.

Bahkan hingga lahan kosong pun tak luput dari bagian agendanya, beliau menyampaikan “ kalau ada lahan kosong yang berada ditempat strategis itu bisa untuk berwirausaha, kalau di sawah otomatis meningkatkan hasil pertanian, kalau di tegal-tegal bisa untuk perkebunan, tinggal lahannya seperti apa, kalau ada lahan kosong di dekat kota maka kita buat sebagai tempat berwirausaha.
Tak main- main bukan, visi dan berbagai program calon yang satu ini dalam memajukan desa yang akan ia pimpmin.


(sinarpublications.blogspot.com)


Rabu, 24 Oktober 2018

Wuwung Seng Tetap Exis





WUWUNG SENG TETAP EKSIS
DI ZAMAN MODERN


Gambar 1.3

     Seni bangunan kuna sudah ada  sejak dulu antara lain arsitektur rumah–rumah tradisional dan tempat ibadah, pada puncak-puncak atas  atap bangunan rumah tradisional terutama pada rumah joglo dan masjid  banyak dijumpai hiasan yang membuat bangunan tersebut indah dan menawan.
     Wuwung seng merupakan industri rumahan yang kini sedang berkembang dan telah banyak dikenal yang fungsinya untuk mempercantik dan memperindah atap bangunan,tapi wuwung seng juga dapat alternatif penutup kerpus bocor.
     Sebenarnya banyak bahan yang dapat digunakan untuk wuwung seng ini selain dari seng, antara lain anda bisa menggunakan bahan galvalum, stainless, alumunium, ataupun tembaga. Masing-masing dari bahan tersebut mempunyai kelebihan masing-masing dan harga yang bervariasi.
     Wuwung tiap-tiap daerah mempunyai ciri  sendiri-sendiri, usaha pembuatan wuwung telah dilakukan pada tahun 1940an oleh para pengrajin wuwung seng Karang Tengah, wuwung seng memiliki harga yang bermacam-macam  dari 60-100 ribu rupiah . Penyebaran wuwung seng khas Desa Karang Tengah sudah terkenal hingga Jawa Timur dan Jawa Barat.”kata Suharto.


 Hari Kurnia Budianto, 1650700005, 5a









































































































Macam Kerajinan Kota Surakarta


BATIK BIRU BULU INOVASI MODERN



 Gambar 1. Salah satu hasil produksi batik di Batik Biru Bulu


Batik biru bulu merupakan suatu buah hasil kerajinan tangan oleh keluarga Bp. Suyitno beserta ibu Riaynti. Usaha ini berdiri sejak enam tahun lalu. Pada awalnya Bp.Suyitno yang merupakan salah satu dosen salah satu fakultas di UNS mencoba berinovasi mengenai apakah bahan-bahan yang berasal dari lingkungan seperti daun indigo, kayu secang  kayu tegeran,tingi bisa untuk mewarnai suatu batik.

Nama batik biru bulu itu pertamanya batik ini merupakan suatu riset oleh Prof.Suyitno yang merupakan istri dari ibu Riyanti yang mana ia menjadi pelaku usaha batik ini. Ikon dari batik ini adalah warna biri yang berasal dari daun indigo, kemudian untuk bulu ini merupakan nama yang diambil dari nama tempat dimana ia tinggal yaitu kecamatan Bulu. Kabupaten Sukoharjo

Menggunakan pewarna alam seperti daun indigo, kayu tegeran, secang, jambal dan juga tingi. Ini dipilih karena yang alami itu sudah pasti aman dan tidak membuat lingkungan sekitar tercemar

Untuk memperoleh pewarna di sini mudah karena menanam sendiri. Untuk daun indigo menanam sendiri di lahan yang dimiliki, untuk bahan kayu baru mengembangkan maka masih membeli di toko, sedang secang ini mencari di lingkungan sekitar. Target produksi dalam satu bulan adalah 1000 pcs namun  produksi didalamnya hanya dapat mencapai 800 pcs per bulan
Batik disini termasuk ke dalam jenis batik cap dan batik tulis. Untuk motif ini terbilang sangat banyak, karena disini selalu bereksperimen. untuk memenuhi pasaran, yang sedang trend itu seperti apa maka bisa dipilih dijadikan motif.

Saat ini pemasaran dari hasil produksi batik ini  sudah mencapai pasar luar negeri . Ini diterima dengan baik dipasaran karena produk yang alami serta dapat bersaing dengan produk-produk serupa. Lama Pembuatan batik  tergantung pada batik apa yang akan dikerjakan, batik cap  untuk 5 potong dapat dicapai dalam sehari, untuk batik tulis dalam 1potong membutuhkan waktu satu minggu. Jika menginginkan warna yang dobel membutuhkan waktu 3 hari.

              Yang membuat batik ini beda adalah dari segi kualitas dan warna. Batik alam lain cenderung memiliki warna yang kurang sempurna namun disini sudah mendekati sempurna. Dari segi kelunturan disini sudah kuat, juga karena konsumen sering beramsumsi bahwa batik yang berpewarna alam ini mudah luntur, sehingga di rumah produksi disini diciptakan suatu produk yang tidak mudah luntur.

 Rahmad Tsani Indarto , 1650700004, 5A (sinarpublications.blogspot.com)